2011-01-23 | Tips
TIPS Kamar Mandi Untuk Balita

Kamar Mandi yang Aman untuk Balita

.fullpost { display: inline; }

KOMPAS.com — Kamar mandi adalah salah satu ruangan di dalam rumah yang berpotensi besar mencederai anak. Beberapa benda harus disingkirkan agar anak dapat aman menggunakan kamar mandi.

Anda tentu tak ingin si kecil mengalami cedera serius akibat berkegiatan di kamar mandi. Kondisi ini bisa saja terjadi jika kita tidak memperhitungkan desain dan penataan kamar mandi. Terpeleset, terbentur, atau bahkan tersengat aliran listrik adalah sederet kecelakaan yang mungkin saja bisa terjadi di sana. Lalu, bagaimanakah kamar mandi yang ramah anak?

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada sebuah kamar mandi sehingga dapat disebut sebagai kamar mandi yang ramah anak. Hal-hal itu antara lain:

Lantai
Untuk menghindari terpeleset, terlebih pada area basah, gunakan keramik lantai khusus untuk kamar mandi. Keramik ini memiliki ciri antara lain permukaannya lebih kasar dari keramik lantai biasa dan tidak licin jika terkena air.

Selain itu, pilih juga yang ukurannya besar-besar misalnya 50 x 50 cm, untuk meminimalkan nat lantai. Pada area lembab, nat lantai merupakan tempat paling strategis bagi perkembangbiakan bakteri dan jamur.

Untuk kamar mandi kering yang lantainya kadang menggunakan marmer atau keramik, tambahkan juga karet lantai pada area yang sering dijadikan sebagai pijakan. Biasakan pula untuk selalu mengeringkan lantai yang terkena air setelah pemakaian.

Pintu
Menjaga agar anak tak keluar masuk kamar mandi tanpa sepengetahuan kita, tambahkan pengait atau kunci pada pintu kamar mandi. Tempatkan kunci di bagian atas pintu. Bisa juga membuat pegangan pintu lebih tinggi dan tidak terjangkau anak usia batita. Beri pengaman berupa pengganjal pada pintu untuk menghindari risiko jari si kecil terjepit.

Kloset
Sebaiknya pilih kloset duduk karena, selain lebih aman untuk si kecil, juga memudahkan kita untuk mengajarinya toilet training. Pastikan kloset selalu dalam keadaan tertutup setelah pemakaian. Gunakan pengunci kloset supaya mereka tidak bisa membukanya sendiri. Keingintahuan anak bisa membuat mereka tergelincir, yang pada akhirnya membuat kepala mereka terbenam dan menelan air kloset.

Apabila menggunakan kloset jongkok, buat penutup berupa lembaran papan yang kokoh sebagai penutup kloset untuk menghindari kaki si kecil terpeleset masuk ke dalam kloset.

Bathtub
Pilih bathtub yang desain permukaannya tidak licin dan aman untuk anak-anak. Bila perlu tambahkan lagi karpet antiselip di dalam bathtub. Pasang juga karet yang agak tebal di tiap sisi-sisi dan pegangan bathtub untuk mengurangi risiko cedera berat apabila si kecil terpeleset. Segera kosongkan bathtub selesai pemakaian untuk menghindari anak tenggelam ketika tak sengaja lepas dari pengawasan.

Utilitas
Jauhkan semua benda beraliran listrik dari sumber air, seperti keran wastafel atau bathtub. Bila perlu gunakan stop kontak yang dilindungi ground-fault circuit interrupter (GFCI), perangkat khusus yang mampu mendeteksi apabila ada perubahan arus listrik dan menghentikannya seketika. Pasang pelindung buka-tutup pada stop kontak, dan segera tutuplah apabila telah selesai menggunakan stop kontak tersebut.

Untuk pemanas air, stel suhu tidak lebih dari 49 derajat celsius untuk menghindari risiko kulit anak terbakar ketika tanpa pengawasan ia membuka sendiri keran air panas. Atau bisa juga menggunakan keran air yang mempunyai sistem safety lock.

Peralatan dan perlengkapan mandi
Meski tampak sederhana, tetapi peralatan dan perlengkapan mandi bisa jadi sumber masalah besar yang dapat menimpa anak. Letakkan sabun, sampo, after shave, dan sebagainya di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan mereka. Begitu juga dengan tisue, jangan sampai si kecil mudah menjangkaunya dan pada akhirnya tisu tersebut tertelan.

Simpan pisau cukur, silet, gunting kuku, dan benda tajam lainnya di tempat khusus dan terkunci. Jangan sekali-kali membiarkan pengering rambut atau pencukur otomatis ditinggalkan begitu saja dalam kondisi teraliri listrik meski hanya sebentar.

Furnitur
Pasang cermin yang memiliki bingkai kokoh, pastikan perekat atau kaitannya kuat menempel ke dinding. Jangan gunakan cermin dengan sudut-sudut yang tidak dilindungi. Untuk kabinet atau lemari, gunakan yang memiliki pengaman dan kunci di bagian pintu dan laci-lacinya.

Jadi, apakah kamar mandi Anda sudah memenuhi kriteria di atas? Jika belum, coba tata kembali kamar mandinya sehingga layak disebut kamar mandi ramah anak. Dan jangan lupa, selalu awasi kegiatan anak selama berada di kamar mandi.